Rabu, 25 Mei 2011

SATU HATI, DUA CINTA

Satu hati, dua cinta...
Menguap tak terbatas
Dengan hembusan angin semilir
Bunga mawar mekar tak terhalang
Oleh rerumputan yang sama segarnya di pagi hari...
Bebas...
Bagai seekor ulat hina yang berubah sempurna menjadi kupu-kupu
Terbang menikmati alam di bawah lindungan awan

Semua terjadi begitu saja
Tanpa memandang daratan
Dan langit yang terbentang nan indah...

Begitu pula dengan kisahku
Pedihnya saat hati kecil yang baru bebas merasakan harumnya mawar
Terbuang... terlupakan...

Tak hanya satu!!!!!!
Dua cinta dalam satu hati
Hancur tak bersisa
Meninggalkan puing-puing kepedihan

Yaa... aku punya dua cinta
Yang pernah tumbuh dan bersemi bersama
Yang kini hancur bersama diterpa angin
Angin yang dulunya semilir
Dan berganti topan...

Perihnya ketika kau menghabiskan waktu bersamanya
Bersama penuh mesra dengan mawar yang baru kau temukan
Dan dari sini ku hanya tersenyum semampuku,
Senyum...
Sebuah senyum yang hanya sekedar tabir...
Tabir yang menyembunyikan sakitnya hati...

Dan dia...
Dia yang lain...
Melupakanku... meninggalkanku
Dengan segala mimpi dan indahnya padang rumput

Dua cintaku...
Memberiku langit biru
Dengan awan putih bersih dan kicauan burung pada siang hari
Dan segala pesona rasi bintang kemilauan pada malam gelap
Dan sesaat saja ku menikmatinya
Lalu kau dan dia, dua cintaku
Mengambilnya dengan paksa,
Menjauhkannya dariku...
Dan menggantinya dengan gulungan awan kelabu
Dengan kilatan yang menyambar hari-hariku

Dua kisah cinta yang menyatu
Perih... pedih...
Dua cinta... tak terbalas...
Membungkam malam-malam indahku
Dengan cerita kejam yang menghujam mimpiku
Dimanakah cinta??
Mengapa terjadi pada kuncup mawar yang baru mengenal cinta ini?

Aku tak menyangka akan sesakit ini...
Aku tak percaya hati ini jatuh... jatuh... dan jatuh lagi...
Aku mengira akan selamanya cinta ini
Bagaimana bisa aku tahu?
Dua cinta ku pun tak pernah tahu

Tuhan, biarkan aku menikmati sekali saja
Kuncup cinta yang mekar dan rintik-rintik hujan reda
Yang menyegarkan ujung-ujung daun serta hijaunya
Menghirup kabut sejuk yang menentramkan jiwa
Biarkan aku menikmati cinta...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar